Medan (KABARIN) - Bagi warga Desa Masundung, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan beton dan besi. Ia adalah penghubung hidup—jalur menuju ladang, sekolah, pasar, hingga layanan kesehatan. Setelah sempat terputus akibat bencana alam, kini akses itu kembali hadir lewat rampungnya jembatan Armco yang dibangun Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan.
Jembatan ini menjadi penanda kembalinya denyut aktivitas warga. Anak-anak kembali bisa berangkat sekolah tanpa harus memutar jauh, petani lebih mudah mengangkut hasil panen, dan roda ekonomi desa pun perlahan berputar lagi.
“Jembatan Armco ini sangat berperan dalam memperlancar mobilitas masyarakat Desa Masundung pascabencana,” ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Sabtu.
Menurutnya, akses yang sebelumnya terputus kini telah tersambung sepenuhnya. Seluruh pekerjaan pembangunan jembatan juga telah rampung dengan progres 100 persen dan siap digunakan oleh masyarakat.
Pembangunan jembatan Armco ini bukan hasil kerja satu pihak. Personel Yon TP 908/GD, Yon Zipur I/DD, Zibang Sibolga, dan Koramil 04/Pinangsori bergotong royong bersama pemerintah desa dan warga setempat. Di tengah medan yang tidak mudah, satu unit alat berat ekskavator 320 D2 digunakan untuk membantu proses penimbunan dan penempatan Armco ke dudukan jembatan.
Material seperti pasir, batu pondasi, semen, dan besi menjadi bagian dari proses panjang membangun kembali infrastruktur yang sempat terhenti. Jembatan berdiameter satu meter dengan panjang enam meter ini kini telah terpasang kokoh di kedua sisi sungai.
Lebih dari sekadar proyek pascabencana, kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi warga Masundung. Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan pun terus berkomitmen mempercepat pemulihan wilayah terdampak, agar kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan normal—bahkan lebih kuat dari sebelumnya.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026